DOKSOLOGI DALAM TRADISI MANUSKRIP NUSANTARA

  • Sulton A
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam tradisi pernaskahan Nusantara, doksologi murupakan permulaan teks yang umum digunakan dalam produksi manuskrip-manuskrip Nusantara. Doksologi diletakkan di bagian awal teks yang berisi puji-pujian sebagai bentuk rasa hormat, doa, harapan, puji syukur, dan sebagainya. Dalam penelitian ini akan mengungkap tradisi doksologi yang umum dipakai pada manuskrip-manuskrip di Nusantara. Pada tradisi manuskrip di Nusantara memiliki beragam bentuk, makna, dan fungsi tergantung penulisnya karena ini menyangkut kekuatan iman seseorang atau ketakwaan seseorang terhadap Tuhan. Penulisan doksologi bisa disebut kristalisasi gaya kreatif sang kreator dapat diletakkan pada awal teks dan akhir teks manuskrip. Dalam tradisi tulis dunia modern, doksologi pengertiannya mulai bergeser ke arah ucapan terimakasih dan sumbangsih akan hasil kerja sang pengarang saat melakukan penelitian. Hasil penelitian ini menemukan, penggunaan doksologi yang dulunya ditekankan pujian-pujian terhadap sesuatu yang bersifat dogmatis, namun di era sekarang berkembang ke ruang lingkup pimpinan, lembaga, sahabat, dan keluarga. Secara personal, doksologi merupakan cermin atas sikap religius seseorang, sikap toleransi, kebersamaan, mengasihi sesama, dan intelektualitas manusia. Kata kunci: doksologi, pujian, makna, fungsi, manuskrip

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulton, A. (2021). DOKSOLOGI DALAM TRADISI MANUSKRIP NUSANTARA. Basastra, 10(2), 154. https://doi.org/10.24114/bss.v10i2.26076

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free