PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER SIAGA RABIES DI KELURAHAN PALAS KOTA PEKANBARU

  • Tesha Hestyana
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sasaran pokok Program Indonesia Sehat salah satunya yaitu pengendalian penyakit menular. Penyakit menular yang masih bermasalah yaitu rabies. Tahun 2018 di Riau pemberian vaksin antirabies kepada korban Gigitan Hewan Penderita Rabies mencapai 84,45%. Tujuan umum kegiatan ini membentuk Kader Siaga Rabies dan Pelatihan tentang pencegahan dan pertolongan pertama pada gigitan hewan penular rabies di Kelurahan Palas  Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pelatihan kepada kader. Hasil yang diperoleh, rata-rata nilai kognitif kader siaga rabies yaitu pre-tes;t 60,83  dan nilai post-test; 86,58. Kemudian, rata-rata penilaian keterampilan kader pada pertolongan pertama pada gigitan hewan penular rabies yaitu pre-test sebesar 55,87 dan nilai post-test sebesar 85,93. Uji statistik didapatkan nilai 0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum diberikan pelatihan dan setelah diberikan pelatihan. Kader siaga sehat diharapkan melaksanakan minimal sekali sebulan untuk pemeriksaan anjing secara berkala terhadap masyarakat di Kelurahan Palas dan tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tesha Hestyana. (2021). PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER SIAGA RABIES DI KELURAHAN PALAS KOTA PEKANBARU. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3). https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i3.4161

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free