Perbandingan Uji Tuberkulin dengan Kadar Interferon Gamma pada Kultur Sel Limfosit Anak Tersangka TB

  • Farlina L
  • Yani F
  • Basir D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar belakang. Tuberkulosis (TB) pada anak masih merupakan penyakit utama yang menyebabkan kesakitandan kematian. Sampai saat ini, diagnosis TB anak masih menjadi masalah. Uji tuberkulin atau tuberculinskin test (TST) merupakan metode yang masih dijadikan pedoman, tetapi mempunyai sensitivitas yangrendah. Uji interferon-􀁊 (IFN-􀁊) merupakan pemeriksaan yang lebih spesifik untuk mendukung diagnosisinfeksi TB anak.Tujuan. Mengetahui kesesuaian TST dengan IFN-􀁊 pada kultur sel limfosit anak tersangka TB.Metode. Penelitian cross sectional pada anak berusia 3 bulan-14 tahun tersangka TB atau memiliki kontakerat dengan penderita TB paru BTA(+) dewasa yang datang ke poliklinik anak RS dr. M. Djamil Padangpada bulan Februari-November 2012. Semua sampel dilakukan pemeriksaan TST dan IFN-􀁊 kemudiandilakukan uji kesesuaian (kappa=K).Hasil. didapatkan 34 9 (26,5%) sampel memiliki TST positif dan 16 (47,1%) memiliki uji IFN-􀁊 positif.Didapatkan uji kesesuaian 38,2%(􀁎=0,27).Kesimpulan. Pemeriksaan uji IFN-􀁊 memiliki angka kesesuaian cukup dibandingkan TST sehingga belumperlu digunakan sebagai uji diagnostik infeksi TB pada anak tersangka TB.

Cite

CITATION STYLE

APA

Farlina, L., Yani, F. F., Basir, D., & Bachtiar, H. (2016). Perbandingan Uji Tuberkulin dengan Kadar Interferon Gamma pada Kultur Sel Limfosit Anak Tersangka TB. Sari Pediatri, 16(4), 260. https://doi.org/10.14238/sp16.4.2014.260-5

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free