Abstract
Dalam masyarakat patriarkhis, laki-laki dianggap memiliki peran gender yang lebih privilege ketimbang peran gender perempuan. Pembedaan kepantasan tersebut, dirasa tidak adil bagi perempuan karena peran gender adalah hasil konstruksi sosial. Contoh nyatanya, lelaki lebih cocok berkiprah diranah publik sedangkan perempuan lebih cocok berkiprah diranah domestik, sehingga keterlibatan wanita dalam proses politik di Indonesia masih sangat minim. Adanya subordinasi gender menjadi penghalang bagi keterwakilan perempuan untuk berpartisipasi dalam ranah politik. Tujuan penelitian ini adalah membahas tentang diskriminasi gender terhadap perempuan dalam ranah politik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka atau studi kepustakaan yaitu berisi teori-teori yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya patriarki yang sudah berakar kuat sejak jaman dulu dan diwariskan turun-menurun membuat laki-laki merasa lebih superior daripada perempuan. Budaya patriarki menempatkan kedudukan laki-laki lebih tinggi daripada perempuan sehingga sering kali terjadi praktik-praktik ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan.Kata Kunci: Perempuan, Diskriminasi gender, Politik.
Cite
CITATION STYLE
Ana, S., Muhammad Syukur, Muhammad Syukur, & Ridwan Said Ahmad. (2023). DISKRIMINASI GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM WAJAH POLITIK DI INDONESIA. Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Ilmu Sosial, 4(2), 165–174. https://doi.org/10.59672/nirwasita.v4i2.2954
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.