Ekstraksi dry rendering dan karakterisasi minyak ikan patin (Pangasius sp.) hasil samping industri filet di lampung

  • Suseno S
  • Rizkon A
  • Jacoeb A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
140Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Produksi minyak ikan di Indonesia memiliki kualitas rendah dan hanya dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak. Tingginya suhu dan lamanya ekstraksi memicu pembentukan radikal bebas dan oksidasi pada minyak sehingga memengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Perbaikan proses ekstraksi mampu menghasilkan minyak ikan dengan kualitas baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan suhu dan waktu ekstraksi untuk menghasilkan  minyak ikan sesuai standar IFOS dengan metode dry rendering. Ekstraksi dilakukan pada suhu 50, 60, 70oC dan waktu 1, 2, 3 jam dengan metode dry rendering. Hasil ekstraksi terbaik yaitu pada suhu 50oC, 2 jam dan selanjutnya dilakukan pemurnian dengan proses bleaching menggunakan magnesol XL. Minyak ikan yang dihasilkan memiliki asam lemak bebas 0,08±0,03%, p-anisidin 1,92±0,63 mEq kg-1, total oksidasi 7,48±0,23 mEq kg-1 dan bilangan peroksida 2,70±0,20 mEq/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan memenuhi standar IFOS pada parameter asam lemak bebas (≤ 1,5%), bilangan p-anisidin (≤ 20,0 meq kg-1), total oksidasi (≤ 26,0 meq kg-1) dan bilangan peroksida (≤5,0 meq kg-1).

Cite

CITATION STYLE

APA

Suseno, S. H., Rizkon, A. K., Jacoeb, A. M., Nurjanah, N., & Supinah, P. (2020). Ekstraksi dry rendering dan karakterisasi minyak ikan patin (Pangasius sp.) hasil samping industri filet di lampung. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 23(1), 38–46. https://doi.org/10.17844/jphpi.v23i1.30722

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free