Analisis Teknik Penerjemahan Kalimat “كَانَ مُحَمَّدٌ نَائِمًا فِي فِرَاشِهِ وَالسَّاعَةُ عَشْرٌ” dalam Buku Qiroaturrosyidah

  • Sajidah A
  • Azka Sabila D
  • Putri Kusriani N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penerjemahan teks bahasa Arab ke bahasa Indonesia merupakan proses yang kompleks karena melibatkan transfer makna, struktur gramatikal, dan konteks budaya. Penelitian ini secara khusus menganalisis teknik penerjemahan kalimat "كَانَ مُحَمَّدٌ نَائِمًا فِي فِرَاشِهِ وَالسَّاعَةُ عَشْرٌ" yang terdapat dalam buku Qiroaturrosyidah, dengan mengacu pada teori penerjemahan Molina dan Albir (2002). Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik amplifikasi digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai waktu, teknik literal diterapkan untuk mempertahankan struktur gramatikal yang sederhana, dan teknik reduksi dimanfaatkan untuk menghilangkan elemen yang dianggap kurang relevan dalam budaya sasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerjemahan berhasil mengadaptasi teks agar sesuai dengan pembaca bahasa Indonesia, tetap menjaga keaslian pesan, dan memberikan kejelasan makna.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sajidah, A., Azka Sabila, D., Putri Kusriani, N., Supriadi, R., & Al farisi, M. Z. (2025). Analisis Teknik Penerjemahan Kalimat “كَانَ مُحَمَّدٌ نَائِمًا فِي فِرَاشِهِ وَالسَّاعَةُ عَشْرٌ” dalam Buku Qiroaturrosyidah. Al-Kilmah, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.58194/alkilmah.v4i1.2237

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free