UMAT BERAGAMA SEBAGAI MASYARAKAT BERADAB: IDENTITAS AGAMA VS KEBANGSAAN

  • Mujahidin A
N/ACitations
Citations of this article
71Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Agama bisa menjadi penghambat bahkan musuh masyarakat sipil, apabila ia menawarkan nilai-nilai yang eksklusif dan mengedepankan kebenaran yang tunggal. Untuk itu, semangat pluralisme menjadi sangat penting bagi suatu bangsa yang rakyatnya berbeda agama. Pluralisme ini tidak sekadar saling mengakui kebenaran agama lain untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, tetapi menjadi sumber nilai bersama (consensus) yang menjadi identitas kewarganegaraan. Nilai-nilai agama yang hendak dijadikan acuan masyarakat sipil harus diobyetifikasi sehingga nilai itu tidak hanya bermakna bagi kelompoknya tetapi juga kelompok-kelompok lain sesama warga bangsa. Dalam konteks ini keberadaan Pancasila patut direvitalisasi dan dikembalikan pada sejarah awalnya sebagai konsensus bersama bangsa Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mujahidin, A. (2017). UMAT BERAGAMA SEBAGAI MASYARAKAT BERADAB: IDENTITAS AGAMA VS KEBANGSAAN. KALAM, 10(2), 17. https://doi.org/10.24042/klm.v9i1.318

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free