Abstract
Lingkungan pergaulan dan media sosial menjadi salah satu dari faktor yang menyebabkan anak-anak menjadi kurang dalam menerapkan pendidikan karakter 5S. Anak-anak dan remaja cenderung lebih mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar, termasuk teman sebaya. Adapun pergaulan dengan teman sebaya yang kurang memperhatikan adab sopan santun dapat menjadi penghambat dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Hal ini juga dialami oleh pengelola dan juga relawan Komunitas Kagem Jogja. Komunitas ini adalah rumah belajar non profit yang ditujukan untuk anak-anak yang ada di wilayah Sardonoharjo, Ngaglik Sleman, Yogyakarta. Pengabdian masyarakat ini berupa pembuatan media pembelajaran sebagai stimulasi penanaman pendidikan karakter melalui budaya 5S, pada komunitas Kagem Jogja. Tujuan kegiatan ini yaitu agar Punggawa (relawan) terbantu dalam menyampaikan materi pendidikan karakter 5S dengan menggunakan media pembelajaran. Harapannya, dapat mempermudah dalam penyampaian materi pendidikan karakter 5S pada anak-anak, dan anak-anak juga lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 5 tahap, yaitu Diskusi kebutuhan mitra, analisis permasalahan mitra, pengumpulan bahan dan materi, pembuatan media pembelajaran, penyerahan media pembelajaran kepada mitra, dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu tersedianya 2 media pembelajaran berupa poster dan video yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan materi tentang pendidikan karakter 5S pada anak-anak di Komunitas Kagem Jogja. Kesimpulan dari pengabdian berupa pembuatan media pembelajaran ini yaitu, punggawa (relawan) terbantu dengan adanya media pembelajaran tersebut, dan akan menggunakan media pembelajaran tersebut untuk menyampaikan materi pendidikan karakter 5S pada anak-anak.The social environment and social media are some factors that cause children to need help implementing 5S character education. Children and teenagers tend to be more easily influenced by their surroundings, including their peers. Associating with peers who ignore good manners can hinder internalizing these values. The managers and volunteers of the Kagem Jogja Community also experience this. This community is a non-profit learning house for children in the Sardonoharjo area, Ngaglik Sleman, Yogyakarta. This community service takes the form of creating learning media to stimulate the cultivation of character education through 5S culture in the Kagem Jogja community. This activity aims to help Punggawa (volunteers) deliver 5S character education material using learning media. The hope is that it will make delivering 5S character education material easier for children and that children will also more easily understand the material presented. The method for implementing this activity consists of 5 stages: discussion of partner needs, analysis of partner problems, collection of materials and materials, creation of learning media, delivery of learning media to partners, and evaluation stage. The result of this community service activity is the availability of 2 learning media in the form of posters and videos, which can be used to convey material about 5S character education to children in the Kagem Jogja Community. The conclusion from this service in the form of making learning media is that this learning media helps the retainers (volunteers) and will use this learning media to convey 5S character education material to children.
Cite
CITATION STYLE
Yudaninggar, K. S., Agusta, R., Haryoko, H., Wijaya, B. A. P., Vianda, V. O., Prasetya, M. R. C., … Romadhon, S. A. (2024). PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA KOMUNITAS KAGEM JOGJA DALAM PENINGKATAN PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BUDAYA 5S. Jurnal Abdi Insani, 11(4), 2270–2277. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i4.1999
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.