Abstract
Software Development Life Cycle merupakan proses yang mencakup berbagai tahapan dalam pengembangan perangkat lunak, termasuk perencanaan, pengembangan, pengujian, dan perilisan. Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan otomatisasi pada tahap pengujian serta pengiriman perangkat lunak, penelitian ini mengimplementasikan infrastruktur Continuous Integration / Continuous Deployment (CI/CD) menggunakan Jenkins dan Docker pada proyek berbasis Laravel. Metode yang digunakan adalah melibatkan perancangan pipeline otomatis, eksekusi build, pengujian, dan deployment, serta evaluasi performa infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CI/CD mampu meningkatkan kecepatan pengembangan dan durasi pipeline kurang dari 10 menit. Selain itu, penggunaan Jenkins sebagai server CI/CD dan Docker sebagai lingkungan isolasi berhasil mengurangi inkonsistensi antara pengembangan, staging, dan produksi, memungkinkan deployment yang lebih andal dan minim kesalahan manusia. Namun, keterbatasan dalam pengujian unit dan staging masih menjadi tantangan dalam implementasi ini, sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan validasi yang lebih menyeluruh sebelum aplikasi diterapkan di lingkungan produksi.
Cite
CITATION STYLE
Bakti, W. K., Setyadi, H. J., & Jundillah, M. L. (2025). Perancangan dan Pengembangan Infrastruktur Continuous Integration / Continuos Deployment Menggunakan Jenkins dan Docker. Jurnal Tekno Kompak, 20(1), 113–130. https://doi.org/10.33365/jtk.v20i1.602
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.