UNGKAPAN FATIS BAHASA INDONESIA SISWA SD GREAT PRIME SCHOOL BINJAI

  • Yuanita A
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ungkapan fatis merupakan konstituen yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan komunikasi antara penutur dan lawan tutur. Ungkapan fatis terdapat dalam kalimat-kalimat tidak baku yang banyak mengandung unsur daerah atau dialek regional. Penggunaan ungkapan fatis banyak ditemukan dalam tuturan siswa sekolah dasar ketika berinteraksi atau berkomunikasi. Penelitian tentang ungkapan fatis bahasa Indonesia pada siswa dilakukan di SD Great Prime School Binjai. Metode penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode simak sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode agih. Tuturan yang di jadikan sumber data adalah tuturan siswa kelas I – III SD dari bulan Oktober 2016 sampai Maret 2017. Dari data tuturan siswa yang dijadikan sebagai sumber data, ditemukan 18 bentuk ungkapan fatis, yaitu: hei, woi, yah, eh, ya, deh, lah, kok, loh, kan, ah, dong, pun, kek, ayo, yok, siang, dan terima kasih. Distribusi ungkapan fatis tersebut terletak di awal, di tengah dan di akhir kalimat. Jadi, siswa kelas I sampai kelas III SD Great Prime School Binjai sudah memeroleh dan melakukan performansi ungkapan fatis dengan sangat baik kepada temannya atau kepada gurunya sesuai dengan kompetensinya masing-masing

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuanita, A. (2018). UNGKAPAN FATIS BAHASA INDONESIA SISWA SD GREAT PRIME SCHOOL BINJAI. BAHAS, 29(2). https://doi.org/10.24114/bhs.v29i2.11571

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free