REPRESENTASI KONSEP RUANG DAN WAKTU DALAM NOVEL GLONGGONG KARYA JUNAEDI SETIYONO PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA

  • Sugiarti S
N/ACitations
Citations of this article
62Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lingkungan dalam dimensi sosial tidak dapat dilepaskan dengan ruang dan waktu. Ruang dan waktu menarik untuk dikaji karena di dalamnya menyimpan makna yang dalam bagi kehidupan manusia secara total. Karya sastra menjadi dokumen sosio-budaya yang merekam berbagai kondisi yang terjadi pada suatu tempat dan masa tertentu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi dimensi ruang dan waktu perspektif ekologi budaya. Subjek penelitian novel Glonggong karya Junaedi Setiyono. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka dan analisis wacana pada novel Glonggong. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representyasi ruang dapat dimaknai dalam konteks ruang publik dan ruang privat. Kedua ruang ini menyatu sehingga bersinergi untuk membangun karakter cerita secara keseluruhan yang menyaran pada pengetahuan yang dimilikinya. Representasi waktu berdimensi tidak tetap sehingga selalu terjadi perubahan dan tidak stagnan. Pada sisi inilah menempatkan ruang dan waktu tidak sesederhana yang dipahami karena keduanya memiliki cara dalam menyingkap kerahasian hidup yang bersifat mistis. Ruang dan waktu tidak pernah dianggap sebagai bentuk-bentuk murni atau bentuk kosong. Keduanya selalu berinteraksi dengan komunitas yang bergulir dengan tempat dan waktu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sugiarti, S. (2019). REPRESENTASI KONSEP RUANG DAN WAKTU DALAM NOVEL GLONGGONG KARYA JUNAEDI SETIYONO PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA. KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching, 5(2), 262. https://doi.org/10.22219/kembara.vol5.no2.262-273

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free