Pendidikan Agama Hindu Sebagai Dasar Dalam Pembentukan Karakter

  • Santika N
N/ACitations
Citations of this article
73Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kemajuan IPTEK cenderung menimbulkan perbedaan pandangan antara generasi tua dan generasi muda. Oleh karena itu mempelajari orientasi nilai pada kalangan remaja dan peserta didik, khususnya sikap keberagamannya tentulah penting dilakukan. Pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat bangsa dan negara. Dengan Pendidikan Agama Hindu dapat menjalankan dan mengamalkan ajaran Agama Hindu sehingga terbentuknya budhi pekerti yang luhur dan berakhlak yang mulia. Individu yang memiliki karakter mulia yaitu individu yang memiliki potensi diri seperti yang ditandai dengan nilai-nilai seperti percaya diri, rasional, logis, kreatif dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, sabar, rela berkorban, berpikir positif, disiplin, bersemangat, dinamis, produktif. Di dalam kitab suci Bhagavadgita dinyatakan ada dua kecendrungan yang mempengaruhi karakter manusia, yaitu sifat-sifat ke-devata-an (daivi sampat) dan sifat-sifat keraksasaan (asuri sampat). Kedua kecendrungan ini secara langsung atau pun tidak langsung akan membentuk karakter manusia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Santika, N. W. R. (2018). Pendidikan Agama Hindu Sebagai Dasar Dalam Pembentukan Karakter. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 1(2), 153–163. https://doi.org/10.33363/swjsa.v1i2.47

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free