Abstract
Studi kasus ini bertujuan untuk menginvestigasi sejauh mana strategi penerjemahan dengan bimbingan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dapat menfasilitasi murid penyandang Gangguan Spektrum Autisme (ASD) untuk menulis esai deskriptif dan ekposisi yang tediri dari lima paragraph dalam Bahasa Inggris. Metode: Penelitian ini menggunakan observasi perilaku belajar peserta dan analisis dokumen kualitatif dari esai peserta dalam kurun waktu satu semester. Temuan: Meski pun memerlukan waktu lebih lama dari teman sebayanya, melalui penerjemahan dengan bimbingan, murid penyandang autisme, yang biasanya kesulitan dalam keterampilan Bahasa aktif baik dalam Bahasa pertama maupun kedua, mampu menulis dua esai dalam Bahasa kedua yang kualitas nya relative sama dengan esai yang dihasilkan teman sebayanya dilihat dari rubric penilaian. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa Bahasa pertama murid-murid penyandang autism dapat di dayagunakan untuk mengoptimalkan pembelajaran Bahasa kedua mereka.
Cite
CITATION STYLE
Subekti, A. S. (2020). Guided Translation to Channel an Autistic Learner’s Potentials in L2 Writing: A Case Study. Jurnal Pendidikan Progresif, 10(2), 250–266. https://doi.org/10.23960/jpp.v10.i2.202010
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.