MENYINGKAP BENIH-BENIH INTOLERANSI DALAM BERAGAMA MELALUI FILSAFAT ATEISME LUDWIG FEUERBACH

  • Wahyudi A
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ateisme kerap dipandang sebagai paradigma yang memiliki kontradiksi dengan agama, sehingga diskursus toleransi dan intoleransi kurang dipandang sebagai sesuatu yang kompatibel. Adapun beberapa status questionis yang menjadi rumusan masalah adalah mungkinkah benih-benih intoleransi dapat tersingkap dengan pendekatan paradigma ateisme? Secara praktis-pragmatis, apakah penting untuk memahami pandangan ateisme agar terwujud kesadaran yang toleran? Tulisan ini hendak menyingkap benih-benih intoleransi melalui filsafat ateisme Ludwig Feuerbach. Secara kualitatif studi kepustakaan atas magnum opus serta beberapa catatan analisis-filosofis dari para komentatornya, melalui filsafat kesadaran, materialisme dan idealisme, teori proyeksi serta persoalan alienasi pokok-pokok gagasan Feuerbach dapat menyingkap benih-benih intoleransi. Hasilnya, nilai-nilai kemanusiaan dapat ditarik menjadi salah satu konklusi sebagai sistem filsafat ateisme Feuerbach. Selain itu, paradigma ateisme merupakan suatu diskursus yang penting untuk dipelajari sebagai salah satu upaya melengkapi gagasan tentang toleransi sekaligus mempersempit ruang gerak intoleransi untuk bertumbuh dan menyebar lebih luas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyudi, A. (2023). MENYINGKAP BENIH-BENIH INTOLERANSI DALAM BERAGAMA MELALUI FILSAFAT ATEISME LUDWIG FEUERBACH. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 14(1), 39–51. https://doi.org/10.25078/sjf.v14i1.2198

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free