Abstract
Berpikir kritis merupakan proses menganalisis hingga mengevaluasi informasi dari pengamatan, pengalaman dan pengetahuan asumtif yang disertai bukti konkret untuk menentukan benar dan salah. Metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis diantaranya adalah discovery learning (DL) dan problem-based learning (PBL). Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan metode pembelajaran DL dan PBL pada materi ketenagakerjaan, mata pelajaran ekonomi di kelas XI IPS SMAN 1 Pakel. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperimental research) dengan rancangan posttest only control grup design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMAN 1 Pakel, sedangkan sampel penelitian diperoleh dengan teknik simple random sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok 1 menggunakan model pembelajaran DL dan kelompok 2 menggunakan model pembelajaran PBL. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk tes uraian. Analisis data dengan bantuan program SPSS 25.0 yang meliputi uji instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada independent sample t-test adalah sebesar 0,10 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan metode pembelajaran DL dan PBL.
Cite
CITATION STYLE
Hidayat, T., & Rindrayani, S. R. (2023). PERBEDAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI XI IPS SMA NEGERI 1 PAKEL. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(8), 764–770. https://doi.org/10.55681/armada.v1i8.727
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.