Perancangan Mula Klinik Apung untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat Lintas Hinterland Batam

  • Prasetyo N
  • Wiratno Satoto S
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Unjuk kerja armada terapung (kapal) secara dinamis bergantung pada perilaku dan respon hull terhadap kondisi perairan dimana armada/ kapal dioperasikan. Pada saat beoperasi, hull akan mengalami gerakan yang disebabkan kapal itu sendiri (maneuverability) maupun dari faktor luar (seakeeping). Faktor luar misalnya berupa cuaca buruk yang mengakibatkan terjadinya gelombang besar dapat membahayakan keselamatan kapal apabila kapal tidak mampu merespon gelombang tersebut. Untuk itulah kapal harus memiliki performa teknis yang memenuhi batasan kriteria. Armada klinik apung beroperasi di perairan dengan karakter gelombang dinamis memerlukan penilaian seakeeping (ketegaran kapal) sehingga layak secara teknis dan bisa menjadi sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang handal dengan memperhatikan kenyamanan awak kapal dan pasien. Penilaian ketegaran fisik menggunakan pendekatan empiris yang mengacu pada batasan kriteria menurut kondisi laut dan skenario navigasi pelayaran. Penilaian kinerja seekeeping didasarkan pada osilasi respon dinamis kapal pada gelombang tak beraturan, sesuai dengan kondisi perairan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prasetyo, N. A., & Wiratno Satoto, S. (2018). Perancangan Mula Klinik Apung untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat Lintas Hinterland Batam. JURNAL INTEGRASI, 10(1), 7–13. https://doi.org/10.30871/ji.v10i1.645

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free