Abstract
Secara kuantitas, daerah pesisir memiliki kecukupan air yang melimpah, tetapi kualitasnya sangat buruk akibat intrusi air laut, ditandai tingginya TDS, kesadahan, dan klorida. Penelitian bertujuan meningkatkan kualitas air payau menggunakan media karbon aktif dan zeolit. Penelitian menggunakan rancang acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu media (karbon aktif dan zeolit) dan ketebalan media (0 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm). Percobaan dilakukan dengan dua kali pengulangan. Secara umum, percobaan mampu menurunkan rerata nilai TDS (38,77%), kesadahan (52,12%), dan klorida (47,83%). Media zeolit mampu menurunkan parameter TDS (45.5%), kesadahan (64,7%), dan klorida (60%). Karbon aktif menurunkan TDS (50,6%), kesadahan (77%), dan klorida (65,5%). Sedangkan kombinasi karbon aktif dan zeolit menunjukkan penurunan tertinggi pada ketebalan 30 cm, yaitu TDS (56,4%), kesadahan (91,6%), dan klorida (79,3%). Hasil analisis statistik menunjukan bahwa media memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan nilai parameter (p-value<0,05). Namun demikian, diperlukan pengolahan awal dengan koagulasi/flokulasi untuk meningkatkan kinerja pengolahan.
Cite
CITATION STYLE
Sintya, M. (2022). PERBAIKAN KUALITAS AIR PAYAU MENGGUNAKAN MEDIA KABON AKTIF DAN ZEOLIT. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(3), 124. https://doi.org/10.26630/rj.v15i3.3073
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.