Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai Santolo dan Sayang Heulang Kabupaten Garut Tahun 2015-2022

  • Assifa S
  • Cahyadi F
  • Sasongko A
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu bentuk dinamika perubahan garis pantai yaitu perubahan garis pantai yang terjadi secara berkelanjutan. Perubahan tersebut berupa abrasi dan akresi. Perairan terbuka atau perairan yang menghadap langsung ke Samudera Hindia salah satunya adalah kabupaten Garut. Pantai Santolo dan Sayang Heulang merupakan salah satu pantai wisata di Pesisir Kabupaten Garut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan garis pantai dan faktor penyebab perubahan garis pantai. Citra yang digunakan pada penelitian ini menggunakan citra satelit Google Earth Pro. Penelitian ini menggunakan analisis digital shoreline analysis system (DSAS) dengan metode Net Shoreline Movement dan End Point Rate. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya abrasi dan akresi. Di Pantai Santolo terjadi abrasi tertinggi berkurang -97,29 meter dengan laju -13,89 m/tahun dan terjadi akresi tertinggi bertambah +51,15 meter dengan laju +7,30 m/tahun. Sedangkan di Pantai Sayang Heulang terjadi abrasi tertinggi -24,75 m dengan laju -3,53 m/tahun dan akresi tertinggi +36,11meter dengan laju +5,15 m/tahun. Faktor perubahan akibat abrasi di sebabkan oleh gelombang laut dan faktor perubahan akibat akresi disebabkan oleh aktivitas manusia seperti penambahan infrastruktur di bibir pantai dan sedimentasi Muara Sungai Cilauteureun.

Cite

CITATION STYLE

APA

Assifa, S. R., Cahyadi, F. D., & Sasongko, A. S. (2023). Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai Santolo dan Sayang Heulang Kabupaten Garut Tahun 2015-2022. Jurnal Laut Khatulistiwa, 6(3), 145. https://doi.org/10.26418/lkuntan.v6i3.67260

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free