Abstract
Dengan semakin ketatnya persaingan perkotaan, strategi penjenamaan kota semakin banyak diadopsi berbagai kota di seluruh dunia, termasuk Kota Jakarta. Meski mengalami turbulensi politik, kampanye Kolaborasi Kota Plus Jakarta dianggap sebagai terobosan di antara city brand Indonesia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keutuhan kampanye terhadap teori city branding hexagon menurut Anholt dengan menggunakan penelitian eksplanatif dan pendekatan kualitatif. Teori ini membahas sebanyak enam variabel yang menciptakan jenama kota yang sukses: presence, place, potential, pulse, people, and prerequisite. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Plus Jakarta telah berhasil memenuhi variabel people dan prerequisite, dan telah menunjukkan upaya terhadap variabel lain walau belum berhasil karena umurnya yang pendek dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah saat ini sebagai pemangku kepentingan.
Cite
CITATION STYLE
Matahariputri, G. M., Mansoor, A. Z., & Nawawi, D. A. (2024). Membangun Identitas Jakarta Melalui Kampanye Plus Jakarta: Kota Kolaborasi. Serat Rupa Journal of Design, 8(1). https://doi.org/10.28932/srjd.v8i1.6511
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.