Abstract
Media sosial pada hakikatnya diciptakan untuk memudahkan pengguna dalam mengakses dan mendapat informasi. Namun pada praktiknya selalu tidak sejalan dengan tujuan diciptakannya. Islam, pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan perdamaian. Namun, ajaran tersebut akhir-akhir ini menjadikan seseorang berperilaku tidak sesuai ajaran, menjadi radikal, serta mudah mengkafirkan. Oleh karenanya, perlu mengkaji setiap kajian, utamanya kajian ke-Islaman dalam media sosial. Analisis Hermeneutika digunakan untuk mengetahui serta menelusuri profil pengarang/da’i/pemberi kajian di media sosial tersebut. Kemudian Analisis Semiotik digunakan untuk dapat melacak kebenaran kajian yang diperolehnya dengan melihat tanda-tanda berupa kata dalam suatu teks, gambar, dan logo. Analisis-analisis tersebut akan memunculkan suatu pengetahuan apakah kajian tersebut bersifat radikal, moderat, dan liberal.
Cite
CITATION STYLE
Mufid, M., & Herlina, H. (2019). Analisis Hermeneutika-Semiotik Terhadap Kajian Keislaman Di Media Sosial. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 18(2), 376–398. https://doi.org/10.15408/kordinat.v18i2.11496
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.