Abstract
Wilayah Indonesia dikelilingi oleh beberapa lempeng tektonik dan barisan pegunungan berapi aktif. Menjadikan sebagian wilayah Indonesia berpotensi terjadi gempa tektonik maupun vulkanik. Badan Standarisasi Nasional Indonesia telah mengeluarkan peraturan gempa terbaru di tahun 2019 yang menggantikan peraturan gempa di 2012. Dimana terjadi penambahan nilai PGA, Ss, dan S1 di peta gempanya dibandingkan dengan peta gempa tahun 2010. Dengan bertambahnya nilai tersebut, maka wilayah di Indonesia akan semakin rentan terhadap gempa. Peraturan terbaru dapat langsung diemplementasikan kepada bangunan baru. Namun bangunan lama juga harus diteliti, apakah bangunan lama tersebut masih dapat menahan beban gempa baru. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerentanan bangunan lama terhadap beban gempa sesuai peraturan terbaru. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Visual Screening berdasarkan peraturan FEMA-154. Bangunan yang diperiksa adalah bangunan gedung perkuliahan yang berada di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung yang diperiksa masih tergolong dapat menahan beban gempa sesuai dengan peraturan gempa terbaru.
Cite
CITATION STYLE
Muhammad, D. F., Nastiti, S. F., Handayani, A. F., Chempakadewi, G., & Hamza, M. (2023). Analisa Kerentanan Seismik pada Struktur Eksisting Menggunakan Metode Rapid Visual Screening di Kota Malang. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 7(4), 1415–1423. https://doi.org/10.33379/gtech.v7i4.3136
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.