Abstract
Latar Belakang: Industri konstruksi memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, mencapai 31,9% dari total kecelakaan yang terjadi di sektor ini (BPJS Ketenagakerjaan, 2023). Faktor utama penyebab kecelakaan meliputi jatuh dari ketinggian (26%), terbentur benda keras (12%), dan tertimpa alat berat atau material konstruksi (9%). Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di berbagai proyek konstruksi, yang berakibat pada tingginya angka kecelakaan dan menurunnya produktivitas tenaga kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program K3 pada proyek konstruksi di PT R. Motode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 pekerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengawasan dan pembinaan K3 (X2 = 5,534, P = 0,01), penggunaan peralatan yang memenuhi syarat (X2 = 7,159, P = 0,007), prosedur kerja (X2 = 4,226, P = 0,04), serta penggunaan alat pelindung diri (APD) (X2 = 14,17, P = 0,001) terhadap implementasi program K3.3 Kesimpulan: Program K3 pada proyek konstruksi PT R memiliki hubungan erat dengan pengawasan, peralatan kerja, prosedur kerja, dan penggunaan APD. Implementasi K3 yang lebih ketat serta peningkatan kesadaran pekerja diperlukan untuk mengurangi kecelakaan kerja.
Cite
CITATION STYLE
Zalika Syahriani Mahyudin, & Adi hermawan. (2025). Analisis Implementasi K3 pada Proyek Konstruksi PT R. Journal of Environmental and Safety Engineering, 4(1). https://doi.org/10.63916/jese.v4i1.342
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.