Perbedaan Hematokrit Darah Segar dan Darah Simpan (30 Hari) DI UTD RSAM Bandar Lampung

  • Syuhada S
  • Aditya A
  • Candrawijaya I
N/ACitations
Citations of this article
142Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: pada saat pengambilan darah eritrosit akan mengalami kerusakan, setiap hari viabilitas eritrosit menjadi terus menurun akibat dari penurunan kadar ATP (Adenosin Trifosfat), sehingga apabila kadar ATP menurun maka terjadinya kehilangan lipid membran, membrane menjadi kaku dan bentuknya dari cakram menjadi sferis (tidak central polar dan ukuran kecil). Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbedaan nilai hematokrit darah segar dengan darah simpan (30 hari) di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung tahun 2020. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan desain non probability sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini responden yang bersedia mendonorkan darahnya di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung. Analisa data menggunakan rumus wilcoxon. Hasil: diperoleh p value >0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara darah segar dengan darah simpan (30 hari) di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung. Kesimpulan: pengelolaan darah donor dan kualitas darah donor di tempat tersebut dalam keadaan baik sehingga darah donor bias diberikan kepada resipen, tanpa memiliki perubahan komponen yang signifikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Syuhada, S., Aditya, A., & Candrawijaya, I. (2020). Perbedaan Hematokrit Darah Segar dan Darah Simpan (30 Hari) DI UTD RSAM Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 646–653. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.379

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free