Abstract
Indonesian merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya berpencaharian petani. Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi pertanian berkembang pesat salah stunya adalah teknik dalam bertanam. Hidroponik merupakan betanam tanpa menggunakan tanah dan dapat di terapakan pada lahan terbatas. Sistem Nutrient Film Technique atau disingkat NFT merupakan salah satu metode yang digunakan pada budidaya hidroponik tersebut. Pompa air merupakan mempunyai peran penting dalam mengatarkan nutrisi pada tanaman. Agar pompa dapat bekerja maka di butuhkan sumber energi dimana energi tersebut bisa didapatkan dengan menggunakan menerapakan PLTS sebagai sumber energi. Indonesia mepunyai potensi untuk mendapatkan energi matahari yang melimpah sepanjang tahun. Agar potensi tersebut dapat terserap secara maksimal diperlukan device yang tepat dalam penerapan PLTS. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jenis solar charger PWM dan MPPT yang dapat digunakan pada implementasi PLTS pada budaya hidroponik. Dari hasil pengujian MPPT menyerap daya lebih baik sebesar 75% dari pada solar charger jenis PWM. Selama 4 hari pecobaan dengan MPPT hanya satu hari baterai yang tidak bisa bertahan sampai pagi (pukul 06.00). Sedangka SCC (Solar charger controller) PWM mempunyai 25% keberhasilan dari 4 hari pengisian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa SCC MPPT dapat digunakan lebih efektif dari pada SCC PWM.
Cite
CITATION STYLE
Nurcipto, D., Sawitri, D. R., Wijaya, D. K., & Effendy, M. (2023). Perbandingan Solar Charger Controller PWM dan MPPT untuk di Implementasikan Pada Hidroponik dengan Tenaga Surya. Seminar Keinsinyuran Program Studi Program Profesi Insinyur, 3(1). https://doi.org/10.22219/skpsppi.v3i1.6599
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.