Abstract
Beberapa penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa kelekatan remaja dengan orang tua dan religiositas orang tua tampak berperan penting dalam pembentukan religiositas remaja. Namun, apakah pengaruh utama dalam pembentukan spiritualitas remaja berasal dari orang tua? Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif terhadap hubungan spiritualitas remaja akhir dengan spiritualitas orang tua dan kelekatan remaja kepada orang tua, menggunakan teknik analisis regresi berjenjang. Subjek dari penelitian ini adalah 23 remaja di GKY Pluit, Jakarta Utara, yang berusia 15-19 tahun, beserta dua orang tua mereka. Hasil analisis menunjukkan variabel spiritualitas orang tua berkontribusi 12.1% ke dalam varian spiritualitas remaja akhir, dan variabel kelekatan remaja kepada orang tua berkontribusi 22.2%. Secara bersama, dua variabel bebas ini berkontribusi 34.3% (p = .000) ke dalam varian spiritualitas remaja akhir. Hasil analisis regresi tambahan menunjukkan bahwa spiritualitas remaja akhir memiliki hubungan positif dengan spiritualitas ibu (13.1%; p = .007), kelekatan remaja kepada ibu (16.9%; p = .005) dan kelekatan remaja kepada ayah (28.1%; p = .000), tetapi tidak dengan spiritualitas ayah (0.3%; p = .682).
Cite
CITATION STYLE
Laumi. (2023). Hubungan Spiritualitas Remaja Akhir dengan Spiritualitas Orangtua dan dengan Kelekatan Remaja kepada Orangtua. Jurnal Pelayanan Kaum Muda, 1(1), 13–30. https://doi.org/10.47901/jpkm.v1i1.557
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.