Abstract
Banjarmasin merupakan kota yang dikenal dengan sebutan seribu sungai yang terletak di Kalimantan selatan. Aktivitas di sungai akan mempengaruhi kualitas air sungai. Pencemaran sungai kuin ini adalah akibat adanya banyaknya limbah plastik yang menumpuk secara langsung sehingga sungai tersebut menurun kualitasnya. Mikroplastik adalah partikel plastik ukuran kurang dari 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan mikroplastik yang ada di DAS Sungai Barito. Metode yang digunakan yaitu pengeringan sedimen, preparasi sampel, inkubasi, dan identifikasi sampel. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel sedimen mengandung mikroplastik. Bentuk mikroplastik yang ditemukan yaitu fragmen, fiber, filamen, dan granule. Persentase mikroplastik yang ditemukan antara lain yaitu filaen 51%, fragmen 33%, fiber 15% dan granule 1%. Kelimpahan mikroplastik yang paling tinggi ditemukan di Stasiun Barito 1 yaitu 308 partikel/Kg sedangkan yang paling rendah yaitu di Stasiun Kuin 3 yaitu sebanyak 131 partikel/Kg. Berdasarkan peta sebaran yang telah dibuat, daerah Sungai Barito memiliki sebaran mikroplastik yang paling tinggi.
Cite
CITATION STYLE
Raafi, M. (2022). Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Sedimen di Daerah Aliran Sungai Barito, Kabupaten Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Environmental Pollution Journal, 2(3). https://doi.org/10.58954/epj.v3i3.82
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.