Abstract
Perencanan jalur irigasi seringkala mengalami kendala dengan adanya tumpang tindih antar penggunaan lahan yang berbeda. Perencanaan jalur irigasi harus mempertimbangkan tutupan lahan disekitarnya. Optimalisasi penentuan jaringan irigasi harus dilakukan melalui asumsi kondisi fisik lahan atau topografis kawasan serta kedekatan antar jaringan irigasi dengan daerah irigasi. Kajian optimalisasi penentuan trase jaringan irigasi melalui analisis geo-spasial di daerah irigasi Cibuluh, Provinsi Jawa Barat dengan pendekatan SIG ini bertujuan untuk (1) Memetakan kondisi eksisting rencana jalur irigasi di daerah irigasi Cibuluh terkait pertimbangan dengan tutupan lahan dan kondisi topografi di wilayah kajian; (2) Memetakan serta menentukan trase jaringan irigasi yang optimal berdasarkan analisis spasial terhadap tutupan lahan yang ada serta karakteristik topografi; (3) Membangun konsep simulasi berjenjang terkait daerah layanan irigasi berdasarkan ketinggian wilayah kajian melalui analisis geo-spasial. Kajian ini dilakukan melalui metode analisis geospasial dalam Sistem Informasi Geografis. Model ketinggian digital atau DEM merupakan data awal yang digunakan dalam membuat simulai area layanan irigasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada DI Cibuluh terdapat dua tumpang tinding tutupan lahan yang harus dikurangkan dari daerah irigasi tersebut. Tutupan lahan ini adalah kawasan hutan dan kawasan industri. Trase jaringan irigasi direncanakan tanpa memotong maupun melewati tutupan lahan hutan dan industri, sehingga perencanaan lebih kepada simulasi berdasarkan titik kontrol melalui pemrosesan penyesuaian data kontur ketinggian serta tinggi muka air.
Cite
CITATION STYLE
Sambah, A. B., Kuncoro, D. A., & Anam, S. (2017). Pemetaan Trase Jaringan Irigasi Melalui Analisis Geospasial (Studi Kasus Daerah Irigasi Cibuluh, Jawa Barat). Jurnal Irigasi, 12(1), 1. https://doi.org/10.31028/ji.v12.i1.1-10
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.