Abstract
Sebagian besar permukiman kumuh terletak di kawasan pesisir karena kawasan pesisir merupakanlokasi strategis yang dekat dengan matapencaharian utama sebagai nelayan. Agung Ridlo, UniversitasSultan Agung telah melakukan studi menemukan bahwa salah satu lokasi permukiman kumuh terletakdi Kelurahan Tanjungmas. Hasil studi yang sama juga disimpulkan bahwa Semarang Utara memikilidaya tarik khusus karena lokasi tersebut sebagai pusat perdagangan dan industry sehingga dapatmenarik migran untuk datang dan bekerja disini. Hal ini yang menyebabkan permukiman kumuhterbentuk sedikit demi sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan antara kebijakanpenanganan kemiskinan didalam penanganan permukiman kumuh dan implementasinya di pesisir KotaSemarang, Kelurahan Tanjungmas. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan menggunakanteknis analisis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan instansi pemerintahdaerah terkait menggunakan purposive sampling dan masyarakat lokal menggunakan snowballsampling. Hasil studi menemukan bahwa kesenjangan antara kebijakan dan implementasi dariprogram perbaikan rumah disebabkan karena ketidakberhasilan implementasi program. Kesenjanganjuga disebabkan oleh tiga faktor eksternal yang disebut kondisi fisik, kekurangan input, dan kelemahansalah satu tahap. Secara keseluruhan, kesenjangan antara kebijakan dan implementasi programperbaikan permukiman membuat program tidak dapat mencapai tujuan yang signifikan dan membuatmasyarakat merasa kecewa dengan implementasi program.Kata kunci: kebijakan, iImplementasi, kesenjangan, kawasan pesisir
Cite
CITATION STYLE
Mahnunah, N., & Syahbana, J. A. (2014). Gaps between Policy and Implementation. JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA, 10(3), 330. https://doi.org/10.14710/pwk.v10i3.7789
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.