Abstract
Latar Belakang: Kasus henti jantung di Amerika Serikat lebih dari 350.000/tahun dan kurang dari 10% yang bertahan hidup, di United Kingdom lebih dari 30.000/tahun di luar rumah sakit hanya 1 orang selamat dari 10 orang yang terserang. Prognosis henti jantung adalah kematian otak dan kematian permanen yang terjadi dalam 8-10 menit. Kondisi ini dapat dicegah dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan defibrilasi yang diberikan antara 5-7 menit dapat memberikan peluang hidup 30% - 45%. Diperlukan metode yang digunakan untuk menyelamatkan dengan segera untuk mencari bantuan dan melakukan cara penanganan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sensor denyut nadi.Metode: Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Besar sampel 35 responden dengan 4 kali pengulangan. Analisis data dengan uji sensitivitas, spesifitas dan uji beda dua mean dependent.Hasil: Sensitivitas prototipe 98,53% menyatakan frekuensi nadi normal pada orang yang normal. Spesifitas prototipe 50%, bermakna prototipe menyatakan denyut nadi tidak normal pada orang yang tidak normal.Kesimpulan: Prototipe sensor denyut nadi dapat mengukur frekuensi denyut nadi hampir mendekati sama dengan alat standar yang digunakan.
Cite
CITATION STYLE
Purbianto, P., Agustanti, D., & Nasihin, N. (2024). Early Warning System pada Henti Jantung Berbasis Smartphone. Jurnal Kesehatan Vokasional, 9(1), 16. https://doi.org/10.22146/jkesvo.92777
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.