Literature Review: Stres Oksidatif dan Reproduksi Wanita

  • Ramdiana R
  • Legiran L
N/ACitations
Citations of this article
134Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ketidakseimbangan antara pro-oksidan dan antioksidan akan menyebabkan terjadinya stres oksidatif, dengan pembentukan Reactive Oxygen Spesies (ROS) yang berlebihan atau ketika mekanisme pertahanan antioksidan melemah. Sistem pertahanan antioksidan alami tubuh akan kalah bila produksi ROS berlebih, menciptakan lingkungan yang tidak sesuai untuk reaksi fisiologis wanita. Artikel ini bertujuan meninjau literatur yang tersedia saat ini tentang peran stres oksidatif dalam proses fisiologis reproduksi yang menguntungkan dan merugikan  wanita. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review menggunakan alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) dengan mengumpulkan artikel, sesuai yang didapat dari database PubMed, Science Direct dan Cochrane dengan kata kunci ”oxidative stress”, “estrogen”, “female reproductive health”, “ovulation”  dari hasil analisis dipilih 6 artikel yang sesuai kriteria. Kesimpulannya adalah Estrogen terlibat dalam respon stres yang menguntungan wanita, dan juga terlibat dalam resistensi wanita terhadap penyakit. Telah begitu banyak penelitian yang membuktikan keterkaitan stres oksidatif dan reproduksi wanita yang menyebabkan timbulnya keluhan patologis seperti endometriosis, dismenore, komplikasi kehamilan, Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), infertilitas, menopause dan lain-lain.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramdiana, R., & Legiran, L. (2023). Literature Review: Stres Oksidatif dan Reproduksi Wanita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(03), 202–214. https://doi.org/10.33221/jikm.v12i03.1968

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free