DETEKSI DINI KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI SMAN 3 MANGUNJAYA KECAMATAN TAMBUN SELATAN

  • Sartika M
  • Armi
  • Dwi Puji Susanti
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Hasil diagnosis dokter penderita diabetes melitus katogori usia 15-24 tahun berjumlah 159.014 orang. Usia 15 tahun saat ini adalah aset berharga pada sepuluh atau dua puluh tahun mendatang, sehingga diperlukan generasi yang sehat dan perlu adanya pemeriksaan usia dini. Tujuan PKM ini untuk mengidentifikasi sejak dini kejadian diabetes melitus pada remaja. Metode yang digunakan adalah observasi langsung melakukan pemeriksaan GDS untuk mengidentifikasi kejadian diabetes melitus pada remaja. Hasil observasi menunjukkan terdapat 78 (62,9%) remaja dengan Pre DM dari 124 siswa yang memenuhi kriteria. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan meningkatnya kasus diabetes melitus pada remaja. Didukung juga dengan konsep teori bahwa gaya hidup: pola makan tidak sehat, obesitas, dan riwayat keluarga dengan diabetes melitus merupakan pemicu meningkatnya kasus diabetes melitus pada remaja. Simpulan bahwa pentingnya deteksi dini kasus penyakit tidak menular seperti diabetes melitus pada remaja dalam rangka mencegah komplikasi dan peningkatan kualitas Kesehatan remaja untuk masa yang akan datang, Ketika sudah teridentifikasi sehingga dapat ditindak lanjuti sebagai bagian dari pencegahan dan penanganan lanjutan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sartika, M., Armi, & Dwi Puji Susanti. (2023). DETEKSI DINI KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI SMAN 3 MANGUNJAYA KECAMATAN TAMBUN SELATAN. PROFICIO, 5(1), 193–197. https://doi.org/10.36728/jpf.v5i1.2955

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free