Analisis Adat Budaya Aceh Pada Tradisi Mee Buu Tujuh Bulanan Ibu Hamil

  • Dara D
  • Zarkasih Putro K
  • Irsyad M
N/ACitations
Citations of this article
99Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Budaya merupakan segala sesuatu yang berkenaan dengan akal. Selain itu kata budaya juga bermakna budi dan daya atau dari budi. Tradisi adat-istiadat Aceh bertumbuh dan berkembang semenjak agama Islam sudah berkembang di daerah Aceh, penyesuaian adat budaya Aceh di dalam pandangan Islam  sudah berlangsung dengan berangsur-angsur. Penelitian ini menganalisis tentang tradisi adat Aceh Mee buu tujuh bulanan ibu hamil, serangkaain acara ini dibawa oleh mantuan (mertua). Tujuan dari penelitian ini untuk melihat dan memahami adat tradisi yang ada di Aceh Barat khususnya. Penelitian ini memakai metode kualitatif untuk mendapatkan data deskriptif, baik melalui lisan maupun tulisan serta gambar. Metode yang dipakai ialah observasi, wawancara, dokumentasi dan dari sumber-sumber lainnya yang diangggap relevan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan betapa pentingnya melestarikan adat budaya lokal yang sudah ada sejak zaman dulu. Etnoparenting sangat penting sebagai kehidupan bermasyarakat karena didalamnya mengandung nilai-nilai positif untuk untuk meraih keberkahan, keselamatan dan kebahagian.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dara, D. G. R., Zarkasih Putro, K., & Irsyad, M. (2021). Analisis Adat Budaya Aceh Pada Tradisi Mee Buu Tujuh Bulanan Ibu Hamil. Jurnal Pelita PAUD, 6(1), 92–101. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v6i1.1494

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free