LANDASAN TEOLOGIS DAN PRAKTIK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

  • Gozali G
  • Imam Sibaweh
  • Adang Hambali
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana ajaran Islam dari Al-Qur'an dan Sunnah dapat digunakan sebagai dasar untuk memperkuat praktik pendidikan multikultural di Indonesia. Metode deskriptif-analitis digunakan untuk menyajikan data secara komprehensif dan mengembangkan wawasan untuk menganalisis landasan teologis pendidikan multikultural. Pengumpulan data melibatkan sumber primer dan sekunder: buku, kitab suci, dan jurnal yang relevan.  Hasil penelitian ini mengidentifikasi beberapa ayat Al-Qur'an dan praktik Nabi Muhammad sebagai dasar teologis untuk pengembangan pendidikan multikultural. Prinsip-prinsip utama meliputi kesetaraan \, keadilan, kasih sayang, dan toleransi. Misalnya, QS. Al-Hujurat: 13 menekankan kesetaraan manusia dan niat ilahi di balik keberagaman. QS. An-Nahl: 90 menyoroti keadilan dan kebaikan tanpa diskriminasi. QS. Ali-Imran: 159 menekankan pentingnya kelembutan dan pengampunan. QS. Al-Kafirun: 1-6 menekankan penghargaan terhadap perbedaan agama. Praktik Nabi di Madinah, seperti pembuatan Piagam Madinah, juga mengilustrasikan penerapan prinsip-prinsip ini dalam masyarakat yang beragam, mempromosikan kerjasama dan keberadaan damai di antara kelompok-kelompok yang berbeda.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gozali, G., Imam Sibaweh, Adang Hambali, & Hasan Basri. (2024). LANDASAN TEOLOGIS DAN PRAKTIK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 13(2), 341–353. https://doi.org/10.24090/jimrf.v13i2.11867

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free