Abstract
aBSTRAK Berdasarkan skrining yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di 30 Provinsi di Indonesia ditemukan 45,12% bayi mengalami gangguan pada perkembangannya. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi kepada anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian stimulasi dengan perkembangan bayi usia 6-12 bulan. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini bayi yang berusia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Provinsi DIY. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 120 responden. Instrumen penelitian menggunakan Kuisioner pada variabel pemberian stimulasi dan KPSP pada variabel perkembangan bayi usia 6-12 bulan. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memberikan stimulasi dengan baik 93,3% dan perkembangan bayi usia 6-12 bulan normal 84,2% serta terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pemberian stimulasi terhadap perkembangan bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pemberian stimulasi terhadap perkembangan bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 Kabupten Sleman DIY. ABSTRACT During infancy, a child undergoes a critical phase that significantly influences their development. Often referred to as the "golden period," this stage is essential in shaping a person's character. It is termed a critical period because, during this time, the baby is highly responsive to its environment, and it is called the golden period due to the rapid and irreversible nature of development in infancy. According to screening tests conducted by the Indonesian Ministry of Health across 30 provinces, 45.12% of infants were found to have developmental delays, primarily caused by insufficient stimulation. This study aims to determine the relationship between providing stimulation and the development of infants aged 6-12 months. The research design is quantitative with a cross-sectional approach. The study population were babies aged 6-12 months in the working area of Gamping 1 Health Centre in Yogyakarta, with a quota sampling technique used to select 120 respondents. The research instruments included a questionnaire for stimulation variables and the KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) for assessing infant development variables. Bivariate data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed that most mothers provided good stimulation (93.3%), and 84.2% of infants aged 6-12 months exhibited normal development. A significant relationship was found between providing stimulation and infant development, with a p-value of 0.000. In conclusion, there is a strong relationship between providing stimulation and the development of infants aged 6-12 months in the working area of Gamping 1 Health Centre in Yogyakarta
Cite
CITATION STYLE
Lestari, P. L. (2025). Pemberian Stimulasi Oleh Ibu Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Kasar Dan Halus Pada Anak Usia 6-12 Bulan. HOPE (The Journal of Health Promotion and Education), 2(2), 41–48. https://doi.org/10.36049/hope.v2i2.424
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.