Abstract
Pendahuluan: Stunting merupakan suatu permasalahan gizi yang sampai waktu ini tengah menjadi atensi dan persoalan yang belum mampu teratasi. Asupan ASI eksklusif diprediksi mampu meminimalkan risiko stunting karena dalam ASI eksklusif terkandung komponen imun antibodi dan kalsium serta nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Metode: Literatur review dengan menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk ekstraksi data. Database yang digunakan meliputi Google Scholar, Science direct, Pubmed. Dan Sage Journals dengan menggunakan kata kunci (“Exclusive Breastfeeding” OR Breastfeeding OR “Breast fed”) AND (Stunting OR “Growth Disorder” OR “Stunted Growth”) AND Toddler. Hasil: Eksktraksi diperoleh 16 artikel yang dianalisis. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif pada balita 24-59 bulan dapat menjadi faktor protektif terhadap stunting sedangkan pemberian ASI non eksklusif dapat menjadi faktor risiko balita mengalami stunting.
Cite
CITATION STYLE
Putra Pratama, R. S., Dasuki, M. S., Agustina, T., & Soekiswati, S. (2022). ASI Eksklusif Sebagai Faktor Protektif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 262–270. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.748
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.