Sosial budaya dan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Desa Cimekar, Sukabumi

  • Irawan G
  • Anggraeni E
  • Widiastuti Y
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ASI Eksklusif yaitu  bayi yang  hanya diberi ASI saja tanpa diberi  tambahan cairan lain seperti susu formula, air, madu, dan tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, nasi dan nasi tim selama 6 bulan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Sukabumi  mengalami penurunan dari tahun 2022 sebanyak 64,3% menjadi 61,2% pada tahun 2023.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor sosial budaya dalam  pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian desain analitik cross sectional. Teknik sampling dengan total sampling sebanyak 67 responden yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Variabel bebas penelitian ini sosial budaya dalam mendukung asi ekslusif. Variabel terikat penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian didapatkan proporsi pemberian ASI eksklusif dengan dukungan dari sosial budaya setempat adalah 39 ibu (58,2%). Faktor sosial budaya berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif dengan nilai p value 0,00 PR: 6,2 (2,1 -18,1). Terdapat hubungan yang bermakna bahwa faktor sosial budaya yang masih melekat kuat pada masyarakat dengan berbagai mitos dan kepercayaanya menjadi hal yang dapat mendukung atau bahkan menghambat pemberian ASI Ekslusif pada bayi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Irawan, G. C., Anggraeni, E. T., Widiastuti, Y., Harun, I., Nurfita, D., & Purwanti, R. (2024). Sosial budaya dan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Desa Cimekar, Sukabumi. Nutrition Scientific Journal, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.37058/nsj.v3i1.10843

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free