Dinamika Gerakan Pembebasan Muslim Moro di Filipina Selatan: Studi Terhadap Moro National Liberation Front (1971-1996)

  • Firmanzah F
N/ACitations
Citations of this article
49Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Muslim Filipina harus berjuang dari penindasan pemerintah Filipina dan melawan kelompok-kelompok Kristen yang lebih diakui pemerintah Filipina. Beberapa tahun setelah kemerdekaan Republik Filipina, masyarakat Muslim Moro menjalani hidup penuh kemiskinan, penuh diskriminasi dan tidak diperhatikan pemerintah Filipina. Gerakan pembebasan Moro National Liberation Front, diketahui bahwa lahirnya Moro National Liberation Front setelah peristiwa yang tidak berperikemanusiaan yaitu Tragedi Jabidah atau Jabidah Masarce di mana pembantaian pemuda muslim di pulau Corregidor karena menolak operasi merdeka mengambil Sabah dari wilayah territorial Malasyia. Muslim Moro di Filipina Selatan merasakan pemerintah Filipina yang berpusat di Manila melakukan penindasan dan kezaliman kepada mereka. Karena tujuan pemerintah bertujuan untuk pemerataan tanah Muslim di Filipina Selatan demi kepentingan ekonomi dan politik. MNLF mempunyai strategi dan kegiatan yang diperjuangkan MNLF sebagai bentuk pembebasan umat Islam dari segala hegemoni dan segala kolonialisme baik secara fisik maupun penyadaran umat Islam untuk kembali memperjuangkan hak-hak Muslim Moro.

Cite

CITATION STYLE

APA

Firmanzah, F. (2017). Dinamika Gerakan Pembebasan Muslim Moro di Filipina Selatan: Studi Terhadap Moro National Liberation Front (1971-1996). INTELEKTUALITA, 6(1), 29. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v6i1.1299

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free