Abstract
Kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik tidak hanya menunjukkan integritas dan profesionalisme seorang jurnalis, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan publik. penerapan kode etik jurnalistik yang baik dapat menjadi landasan bagi praktik jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Teun Van Dijk, struktur analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teks (struktur makro, superstruktur, struktur mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana jurnalis dalam peliputan bencana terowongan runtuh digambarkan di film The Tunnel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kritik mengenai bagaimana jurnalis melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik Jurnalistik Korea Selatan. Khususnya pasal 4 yang berkaitan dengan berita dan komentar, serta pasal 5 yang berhubungan dengan martabat dan privasi. Selain itu, pelanggaran juga terjadi pada standar praktik wartawan berdasarkan kode etik, seperti pasal 2 tentang pengumpulan berita yang terdapat di ayat 2 tentang peliputan bencana alam dan ayat 4 tentang pelanggaran melalui wawancara telepon, dan pasal 3 tentang pelaporan berita pada ayat 3 mengenai penggunaan sensasionalisme dalam laporan berita. Film ini menggambarkan media sebagai entitas dengan karakter ganda: SNC sebagai media yang sering melanggar etika jurnalistik dan YTN sebagai perwakilan media yang mematuhi standar kode etik.Adherence to the journalistic code of ethics not only demonstrates the integrity and professionalism of a journalist, but also serves as an important foundation in maintaining public trust. good implementation of the journalistic code of ethics can be the foundation for professional and responsible journalistic practices. Through descriptive qualitative method with Teun Van Dijk's Discourse Analysis approach, the analysis structure used in this research includes text (macro structure, superstructure, micro structure), social cognition, and social context. This research aims to analyse how journalists in the coverage of the tunnel collapse disaster are depicted in the film The Tunnel. The results showed that there were criticisms of how journalists violated the South Korean Journalistic Code of Ethics. Particularly article 4 which deals with news and commentary, and article 5 which deals with dignity and privacy. In addition, violations also occur in the standards of practice of journalists based on the code of ethics, such as article 2 on news gathering found in paragraph 2 on natural disaster coverage and paragraph 4 on violations through telephone interviews, and article 3 on news reporting in paragraph 3 regarding the use of sensationalism in news reports. The movie portrays the media as an entity with dual characters: SNC as a media that often violates journalistic ethics and YTN as a media representative that complies with the code of ethics standards.
Cite
CITATION STYLE
Febriyola, D. F., & Suprihatin, S. (2024). Analisis Wacana Penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam Peliputan di Film Korea “The Tunnel.” DIGICOM : Jurnal Komunikasi Dan Media, 4(2), 186–194. https://doi.org/10.37826/digicom.v4i2.816
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.