Abstract
Demam Berdarah merupakan penyakit yang terdapat di wilayah tropis maupun subtropis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Demam berdarah masih merupakan salah satu masalah yang serius bagi kesehatan masyarakat di kota Bontang. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang dapat mengelompokkan daerah penyebaran demam berdarah di kota Bontang. Algoritma K-Means Clustering adalah salah satu algoritma data clustering non hierarki yang mempartisi data ke dalam satu atau lebih cluster atau kelompok sehingga data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan ke dalam satu cluster yang sama. Untuk mengelompokkan daerah di kota Bontang menjadi tiga cluster yaitu Sporadis, Potensial, dan Endemis. Dipilih tiga kelurahan sebagai centroid dari tiap-tiap cluster, Bontang kuala sebagai centroid cluster sporadis, Telihan sebagai centroid cluster potensial, dan Tanjung Laut sebagai centroid cluster Endemis. Data kelurahan, data cluster, serta data centroid diproses menggunakan algoritma K-Means Clustering, untuk pengujian aplikasi menggunakan Black Box Testing. Hasil aplikasi menggunakan metode clustering diperoleh informasi bahwa terdapat lima kelurahan untuk cluster sporadis, lima kelurahan untuk cluster potensial, dan lima kelurahan untuk cluster endemis dari total 15 kelurahan yang digunakan sebagai sampel untuk penyehatan lingkungan oleh Dinas Kesahatan Kota Bontang.
Cite
CITATION STYLE
Widiastuti, S. H., & Jumardi, R. (2022). Pengelompokan Daerah Rawan Demam Berdarah dengan Metode K-Means Clustering. Jurnal Informasi Dan Teknologi. https://doi.org/10.37034/jidt.v4i4.213
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.