Abstract
Proses produksi dikatakan efisien dan efektif apabila dalam proses tersebut tidak menghasilkan pemborosan atau waste, tapi kenyataannya suatu perusahaan dalam melakukan proses produksinya tidak terlepas dari waste. PT. Mandiri Jogja Internasional adalah industri yang bergerak di bidang manufaktur, dengan produksi berupa produk kulit yaitu tas kulit, sepatu kulit, dompet kulit dan lain-lain. Dalam prosesnya masih terjadi pemborosan yang ditunjukkan dengan banyaknya bahan baku dalam proses pengerjaan berserakan dilantai, masih ada alat dan bahan yang belum diperhatikan oleh karyawan untuk penyimpanannya, adanya waktu menunggu untuk pengerjaan penjahitan, serta terdapat bahan baku lama yang belum terpakai. Dari waste yang ada harus diminimasi dan dihilangkan supaya tidak merugikan perusahaan. Penelitian ini menggunakan lean manufacturing dengan value stream mapping dan kaizen untuk meminimasi waste dan melakukan penerapan 5s. Hasil yang diperoleh waste yang sering terjadi pada proses produksi tas kulit yaitu overprocessing 3, transportasi 1,8, waiting 1,5, defect 1,5, inventory 1, unnecesary 0,6 dan overproduction 0. Terdapat aktivitas Non Value added Activities (NVA) dari seluruh proses pembuatan produk tersebut adalah 157s dari analisis current state value stream mapping dan value stream activity yang memiliki persentase terbesar adalah value added dengan persentase 46%, sedangkan untuk non value added dengan persentase 29,10% dan persentase yang paling kecil adalah necessary but non value added dengan 22,53%. Kata Kunci : Kaizen, Lean Manufacturing, Value Stream Mapping
Cite
CITATION STYLE
Parwati, C. I., Arsa, I. W. A., & Sodikin, I. (2023). Pendekatan Lean Manufacturing Dengan Value Stream Mapping (VSM) Dan Kaizen Pada Proses Produksi Tas Kulit. Nusantara of Engineering (NOE), 6(1), 74–81. https://doi.org/10.29407/noe.v6i1.19906
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.