Inovasi Teknologi Plecing Kaleng Sebagai Pemulihan Ekonomi Pasca Gempa Lombok

  • Prayogo A
  • Najilatil Mazda C
N/ACitations
Citations of this article
207Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lombok merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan banyak destinasi wisata. Pada bulan Agustus 2018 lalu, gempa berkekuatan 7 SR mengguncang destinasi pariwisata tersebut. Gempa Lombok menjadi sebuah ancaman wilayah bagi masyarakat dan turis asing maupun domestik. Akibat kejadian ini ialah ratusan orang mengalami luka-luka dan setidaknya 105 orang meninggal dunia. Gempa Lombok tidak hanya berdampak pada kerusakan bangunan dan fasilitas publik, namun juga pada sektor industri pariwisata yang berperan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi negara. Sektor ekonomi menjadi bagian yang paling terdampak secara signifikan. Sehingga, diperlukan suatu ide rekonsiliasi ekonomi pasca gempa Lombok. Salah satunya adalah melalui inovasi teknologi berupa pengalengan plecing kangkung yang merupakan salah satu makanan khas Lombok, terdiri dari Kangkung rebus dan disajikan dengan sambal tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi pengalengan plecing kangkung mampu membuat jenis makanan ini lebih awet dan mudah dikonsumsi serta menjadi pilihan oleh-oleh untuk wisatawan domestik maupun asing Lombok. Melalui inovasi teknologi pengalengan plecing kangkung, diharapkan rekonsiliasi ekonomi masyarakat Lombok pasca gempa dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Dengan demikian dalam jangka panjang turut serta sebagai solusi di bidang pariwisata berkelanjutan untuk daerah Lombok yang menjadi objek destinasi wisatawan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prayogo, A., & Najilatil Mazda, C. (2021). Inovasi Teknologi Plecing Kaleng Sebagai Pemulihan Ekonomi Pasca Gempa Lombok. Jurnal Informatika Teknologi Dan Sains, 3(3), 376–383. https://doi.org/10.51401/jinteks.v3i3.1254

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free