MENGHADAPI GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK SEBAGAI EPIDEMI MODERN: BEROBAT ATAU BERTOBAT?

  • Santoso S
  • Nurwiyati E
N/ACitations
Citations of this article
105Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pergerakan dunia sedang berjalan menggenapi Firman-Nya bahwa kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali semakin dekat. Ternyata salah tanda-tanda yang semakin jelas, salah satunya adalah manusia mengasihi dirinya sendiri. Gangguan kepribadian narsistik menjadi perwujudan nyata dari manusia yang tenggelam dalam mengasihi dirinya sendiri dan karena dorongan dosa cenderung memisahkan diri dari Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gejala-gejala yang mengindikasikan gangguan kepribadian narsistik berdasarkan kebenaran Firman Tuhan, sebagai solusi untuk memulihkan hubungan manusia dengan pencipta-Nya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menujukkan bahwa solusi gangguan kepribadian narsistik yaitu dengan jalan bertobat, menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan satu-satunya dan Juru Selamat agar menjadi manusia baru. Pengobatan yang tepat oleh dokter diperlukan untuk beberapa kasus dimana seseorang mengalami depresi yang berat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Santoso, S., & Nurwiyati, E. (2023). MENGHADAPI GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK SEBAGAI EPIDEMI MODERN: BEROBAT ATAU BERTOBAT? Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika, 5(2), 79–94. https://doi.org/10.38052/gamaliel.v5i2.185

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free