Manajemen Pendidikan Agama Kristen dalam Konflik di Gereja dan Keluarga

  • Tjandraputra E
  • Rantung D
  • Naibaho L
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
49Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Manusia hidup tidak terlepas dari keberadaan orang lain, karena manusia akan terus berusaha untuk selalu menjalin interaksi dengan orang lain, baik itu berbicara, bertukar gagasan maupun berbagi pengalaman. Dalam interaksi manusia ini tidak jarang terjadinya konflik. Konflik ini bahkan bisa terjadi di dalam gereja dan juga dalam kehidupan keluarga. Konflik yang terjadi di dalam gereja dapat disebabkan oleh ketidakpuasan anggota jemaat (Internal) maupun disebabkan oleh orang lain (eksternal). Faktor internal misalkan manajemen/admistrasi gereja yang tidak jelas, laporan keuangan yang tidak transparan, program kerja dan kebijakan lainnya yang dianggap hanya menguntungkan individu atau kelompok tertentu. Faktor eksternal misalnya: masyarakat sekitar yang tidak setuju berdirinya gereja juga politik. Konflik yang terjadi di tengah gereja akan berdampak pada peribadahan yang tidak kondusif, anggota jemaat yang saling membenci, sampai akhirnya pelayanan di gereja tidak terlaksana dengan baik. Sedangkan konflik yang terjadi dalam keluarga misalnya konflik antara anak dan orang tua, konflik antara suami dan istri. Manajemen Pendidikan Agama Kristen memiliki peran untuk menghindari dan    menyelesaikan konflik yang terjadi dalam kehidupan gereja dan juga keluarga Kristen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tjandraputra, E. N., Rantung, D. A., Naibaho, L., & Boiliu, N. I. (2023). Manajemen Pendidikan Agama Kristen dalam Konflik di Gereja dan Keluarga. Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 8(2), 93–107. https://doi.org/10.33541/rfidei.v8i2.196

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free