Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan sebelum melakukan beladiri (marmossak), bentuk simbol yang ditemukan dalam beladiri mossak, mendeskripsikan fungsi dan makna terhadap simbol yang terdapat pada beladiri mossak Etnik Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori semiotik yaitu simbol yang dikemukakan oleh Pierce dan makna yang dikemukakan oleh Ogden dan Richard. Metode yang digunakan adalah metode deskripsif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat dua tahapan dan tujuh jurus mossak, dan terdapat tujuh belas bentuk simbol peralatan dan ramuan, fungsi dan makna yang meliputi simbol ramuan dan simbol peralatan pada ritual mossak. Yang dimana simbol ramuan yaitu: Silinjuang atau kelinjuang, Sipilit atau gandarasa, bane-bane atau kemangi, Hariara na bontar atau beringin putih, Napuran atau daun sirih, gambir na bontar atau gambir putih, hapur kapur sirih, pangir atau jeruk purut, boras atau beras, Haminjon atau kemenyan, pira ni manuk kampung atau telur ayam kampung. Dan simbol peralatan antara lain: Ulos Sibolang, ulos sitolu tuho, kain sampe-sampe, tali bolit, dan mahkota kepala
Cite
CITATION STYLE
Pakpahan, A., & Sinulingga, J. (2023). SEMIOTIKA TAHAPAN MOSSAK BATAK TOBA. Kompetensi, 16(1), 30–44. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v16i1.106
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.