SEMIOTIKA TAHAPAN MOSSAK BATAK TOBA

  • Pakpahan A
  • Sinulingga J
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan sebelum melakukan beladiri (marmossak), bentuk simbol yang ditemukan dalam beladiri mossak, mendeskripsikan fungsi dan makna terhadap simbol yang terdapat pada beladiri mossak Etnik Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah  teori semiotik yaitu simbol yang dikemukakan oleh Pierce dan makna yang dikemukakan oleh Ogden dan Richard. Metode yang digunakan adalah metode deskripsif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat dua tahapan dan tujuh jurus mossak, dan terdapat tujuh belas bentuk simbol peralatan dan ramuan, fungsi dan makna yang meliputi simbol ramuan dan simbol peralatan pada ritual mossak. Yang dimana simbol ramuan yaitu: Silinjuang atau kelinjuang, Sipilit atau gandarasa, bane-bane atau kemangi, Hariara na bontar atau beringin putih, Napuran  atau daun sirih,  gambir na bontar  atau gambir putih, hapur  kapur sirih, pangir atau jeruk purut, boras atau beras, Haminjon  atau kemenyan,  pira ni manuk kampung atau telur ayam kampung. Dan simbol peralatan antara lain: Ulos Sibolang, ulos sitolu tuho, kain sampe-sampe, tali bolit, dan mahkota kepala

Cite

CITATION STYLE

APA

Pakpahan, A., & Sinulingga, J. (2023). SEMIOTIKA TAHAPAN MOSSAK BATAK TOBA. Kompetensi, 16(1), 30–44. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v16i1.106

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free