Abstract
Desa Girirejo, Imogiri, Bantul merupakan sebuah desa yang dulunya merupakan sentra industri Batik di Yogyakarta (1960 – 1980), namun masih memiliki pembatik dan peralatan yang masih berpotensi untuk dihidupkan dan kembangkan kembali. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menghidupkan kembali industri batik di desa Girirejo. Program Pengabdian menggunakan pendekatan atau Metoda PRA (Participatory Rural Appraisal). Beberapa teknik dan kegiatan dalam PRA antara lain, FGD (Focus Discussion Group), pemetaan sumber daya, workshop pembatikan serta evaluasi kinerja. Hasil dari Pengabdian masyarakat 1) Kesepakatan tim pengabdian, pembatik dan pemerintah desa untuk menghidupkan kembali industri batik , 2) Mendokumentasikan 45 alat cap batik dan merehabilitasi 3) Mendokumentasikan 25 motif batik tulis klasik dan merekonstruksi 4 motif batk tulis, 4) Workshop pembatikan selama 2 hari, tentang design motif batik tulis dan cap dan pewarnaan alami dan sintetis. Hasil program pengabdian ini telah memberikan pondasi awal untuk menghidupkan kembali industri batik di desa Girirejo, Imogiri Bantul yang perlu ditindaklanjuti dengan program penguatan
Cite
CITATION STYLE
Baskoro, W., & Widiastuti, A. (2024). Pembinaan dan Pemberdayaan Pembatik Desa Girirejo Imogiri Bantul, Membangun Kembali Industri Batik Desa Girirejo Imogiri Bantul D.I. Yogyakarta. IBSE Jurnal Pengabdian Masyarakatnya, 2(1), 35–45. https://doi.org/10.62708/ibsejpm.v2i1.38
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.