Penyeimbangan Beban pada Sistem Berorientasi Service di Lingkungan Cloud dengan menggunakan Algoritma Genetika dan Graf

  • Latuconsina R
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Aplikasi-aplikasi enterprise yang dibangun dengan konsep Service Oriented Architecture (SOA) memiliki perbedaan dengan aplikasi-aplikasi native yang telah berkembang sebelumnya. SOA adalah model arsitektur yang fleksibel dan interoperable. Pembangunan aplikasi yang berbasis pada service adalah sangat cost effective, disamping memungkinkan untuk me-reuse service-service yang dihasilkan. Cloud computing merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan internet sebagai resource untuk komputasi yang dapat di-request oleh pengguna dan merupakan sebuah layanan dengan pusat server bersifat virtual atau berada dalam cloud itu sendiri. SOA dengan dukungan teknologi cloud memberikan banyak keuntungan. Banyaknya jumlah pengguna yang me-request service yang berlokasi di cloud menghantarkan masalah klasik, yaitu pengalokasian request (workload) pada node tertentu untuk mencapai utilitas sistem yang tinggi. Penelitian ini ??? berupaya menggabungkan konsep graf dengan algoritma genetika sebagai mekanisme load balancing pada sistem SOA di lingkungan Cloud.

Cite

CITATION STYLE

APA

Latuconsina, R. (2016). Penyeimbangan Beban pada Sistem Berorientasi Service di Lingkungan Cloud dengan menggunakan Algoritma Genetika dan Graf. Jurnal SIFO Mikroskil, 17(1), 39–48. https://doi.org/10.55601/jsm.v17i1.271

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free