Abstract
The conventional agricultural system that is applied tends to use chemicals such as pesticides, on the one hand, providing various positive impacts, including increasing productivity quickly, meeting food needs efficiently, and helping food insecurity as often occurs in India. Sustainable agricultural systems are aimed at reducing environmental damage, maintaining agricultural productivity, increasing farmers' income and improving the stability and quality of life of rural communities. Three big indicators that can be seen are that the environment is sustainable, the economy is improving (prosperous), and it is socially accepted by the farming community. Other negative impacts on conventional agricultural systems include decreasing soil quality, giving rise to new pests and diseases, environmentally friendly microorganisms becoming extinct, toxic chemicals threatening the condition of the biosphere in the food chain. The concept of organic farming that is applied ideally is based on optimal, balanced, efficient management of land, water and land, so that existing biodiversity is one of the external efforts to provide a positive impact. In writing this literature review, the sections that will be discussed include the application of conventional agricultural systems that occur in India, suggestions and improvements that can be implemented based on potential such as modeling greenhouse gas emissions from agriculture, GHG (Greenhouse Gas) mitigation from agriculture, absorption of element C in agricultural soil, conservation agriculture, reducing nitrous oxide emissions, economic implications of greenhouse gas mitigation, and the use of butterfly pea flower kombucha in agricultural aspectsSistem pertanian secara konvensional yang diaplikasikan cenderung terhadap pemanfaatan bahan kimia seperti pestisida disatu sisi memberikan berbagai dampak secara positif diantaranya meliputi meningkatnya produktivitas dengan cepat, terpenuhinya kebutuhan pangan secara efisien, dan membantu kerawanan pangan seperti yang sering terjadi di India. Sistem pertanian berkelanjutan ditujukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan, mempertahankan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan stabilitas dan kualitas kehidupan masyarakat di pedesaan. Tiga indikator besar yang dapat dilihat adalah lingkungannya lestari, ekonominya meningkat (sejahtera), dan secara sosial diterima oleh masyarakat petani.Dampak negatif lainnya pada sistem pertanian secara konvensional diantaranya meliputi menurunnya tanah secara kualitas, menimbulkan hama maupun penyakit baru, mikroorganisme yang bersifat ramah lingkungan menjadi punah, bahan kimia yang bersifat toksik mengancam terhadap kondisi biosfer suatu rantai makanan. Konsep pertanian organik yang diterapkan secara idealnya berpacu terhadap manajemen lahan, air, dan juga lahan secara optimal, seimbang, efisien,sehingga keanekaragaman hayati yang berada merupakan salah satu upaya secara eksternal dalam memberikan dampak positif. Dalam penulisan kajian pustaka ini bagian-bagian yang akan dibahas meliputi penerapan sistem pertanian konvensional yang terjadi di negara India, saran dan perbaikan yang dapat diterapkan berbasis potensi seperti pemodelan emisi gas dirumah kaca dari pertanian, mitigasi GRK (Gas Rumah Kaca) dari pertanian, penyerapan unsur C pada tanah pertanian, pertanian konservasi, mengurangi emisi nitrous oksida, implikasi ekonomomi mitigasi gas rumah kaca, dan pemanfaatan kombucha bunga telang dalam aspek pertanian.
Cite
CITATION STYLE
Yudianto, T., Pramono, E., Rezaldi, F., Rahmad, S. S., Yenny, R. F., Gumilar, R., … Suminar, E. (2025). Penguatan Konsep Berbasis Pertanian Berkelanjutan di Negara India sebagai Solusi Mengurangi Efek Gas Rumah Kaca (Literature Review). AGRONU: Jurnal Agroteknologi, 4(01), 46–66. https://doi.org/10.53863/agronu.v4i01.1521
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.