Abstract
Kegiatan ekstraksi/ mengambil zat pewarna alami telah dilakukan dari daun pepaya (Caricapapaya L.) yang akan digunakan sebagai pewarna pada kain batik. Daun pepaya merupakan tanaman yang sering digunakan masyarakat untuk sayuran dan obat tradisional. Namun daun pepaya dapat pula digunakan sebagai zat pewarna alamikarena daun pepaya dapat menghasilkan warna hijauyang berasal dari klorofil.Eksperimen dilakukan mengekstraksi daun pepaya dengan melarutkan pada larutan 20 ml HCl 1 M. Variasi yang digunakan adalah variasi massa daun 1 gram, 2 gram, 3 gram, 4 gram,5 gram dan6 gram. Hasil ekstraksi daun pepaya dengan variasi massa ini memperlihatkan bahwa semakin besar massa daun didapatkan warna hijau yang semakin pekat. Setelah mendapatkan hasil ekstraksi, pigmen daun pepaya dianalisis menggunakan UV-Vis NIRuntuk mengetahui transmitansi dan absorbansi pigmen. Hasil pengolahan data menunjukkan semakin besar nilai massa daun maka semakin kecilnilai transmitansi dan sebaliknya nilai absorbansi semakinabsorbansi. Nilai absorbansimaksimaltampak pada panjang gelombang 400-450 nm. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa daun pepaya berpotensi sebagai pewarna alami yang selanjutnya dapat digunakan sebagaipewarna batik
Cite
CITATION STYLE
Khofya, A., & Aji, M. P. (2018). EKSTRAKSI DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAMI PADA KAIN BATIK. Indonesian Journal of Natural Science Education (IJNSE), 1(1), 13–17. https://doi.org/10.31002/nse.v1i1.204
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.