Abstract
Perkembangan teknologi informasi pada abad ke-21 telah mengubah pola interaksi remaja, yang kini lebih banyak berada di ruang maya sehingga rentan terhadap perilaku menyimpang seperti cyberbullying, penyebaran konten negatif, dan kecanduan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur terkait moralitas remaja dan strategi pendidikan agama dalam konteks digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik dan teladan dalam memperkuat nilai keislaman, membentuk kesadaran moral yang kritis, serta membimbing penerapan etika islami dalam aktivitas digital. Guru PAI juga dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara guru, keluarga, dan sekolah sangat diperlukan untuk membangun karakter remaja yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Cite
CITATION STYLE
Romadloni, Y. A., & Muqit, Abd. (2025). Peran Guru PAI dalam Menanggulangi Krisis Moral Remaja di Era Digital. Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management, 2, 363–372. https://doi.org/10.15642/aiclema.2025.2.363-372
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.