Uji Penurunan Kandungan COD, BOD pada Limbah Cair Pewarnaan Batik Menggunakan Scirpus Grossus dan Iris Pseudacorus dengan Sistem Pemaparan Intermittent

  • Tangahu B
  • Ningsih D
N/ACitations
Citations of this article
132Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Limbah cair industri batik sebagian besar berasal dari proses pewarnaan batik. Salah satu sentra industri batik terletak di Jetis, Sidoarjo yang berdiri sejak tahun 1675. Produksi limbah cair pewarnaan dari industri batik di wilayah Jetis ini langsung dibuang ke Sungai Jetis atau drainase di sekitar rumah warga. Salah satu sistem pengolahan limbah yang efektif, efisien, dan tidak membutuhkan biaya yang mahal adalah menggunakan sistem phytotreatment. Tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scirpus grossus dan Iris pseudacorus. Kedua tumbuhan ini dapat hidup di lingkungan tercemar dan cocok dimanfaatkan untuk pengolahan limbah. Selain itu, kedua jenis tumbuhan ini merupakan jenis tumbuhan semi aquatic yang bisa hidup di lahan basah ataupun kering. Usaha dalam meningkatkan kinerja proses phytotreatment dalam mengolah air limbah batik dapat dilakukan dengan sistem pemaparan intermittent. Sistem pemaparan secara intermittent ini menghubungkan tumbuhan dengan limbah secara berkala melalui siklus flood and drain (F/D). Pemaparan ini dapat menambah kondisi redoks sehingga dapat menambah efisiensi penyisihan. Variabel yang digunakan berupa variasi jenis tumbuhan yaitu Scirpus grossus dan Iris pseudacorus (single plant atau mixed plant) serta variasi sistem pemaparan secara intermittent yaitu F/D 2:1 dan F/D 1:2. Parameter utama yang digunakan adalah penurunan kandungan BOD, COD, dan warna. Adapun parameter pendukung seperti morfologi tumbuhan, berat basah, berat kering tumbuhan, pH dan suhu. Penelitian pendahuluan yang dilakukan berupa aklimatisasi tumbuhan dan range finding test untuk menentukan konsentrasi air limbah pewarnaan yang akan digunakan dalam penelitian. Uji phytotreatment dilakukan selama 18 hari dengan pemaparan intermittent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan terbesar dalam menyisihkan removal adalah reaktor mixed plant dengan sistem pemaparan intermittent F/D 2:1 mampu menyisihkan COD sebesar 89%, BOD sebesar 97% dan warna sebesar 99%. Berdasarkan hasil uji statistik, masing-masing varabel pada penelitian tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi removal BOD dan COD yang ditunjukkan dengan nilai P-value>0,05, namun varibel sistem pemaparan berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi removal warna yang ditunjukkan dengan nilai P-value <5%

Cite

CITATION STYLE

APA

Tangahu, B. V., & Ningsih, D. A. (2016). Uji Penurunan Kandungan COD, BOD pada Limbah Cair Pewarnaan Batik Menggunakan Scirpus Grossus dan Iris Pseudacorus dengan Sistem Pemaparan Intermittent. Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan, 8(2), 121–130. https://doi.org/10.20885/jstl.vol8.iss2.art6

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free